Dia termangu.
Mengingat-ingat masa kecilnya.
Masa-masa bahagianya.
Berlarian. Dengan teman.
Tertawa. Dengan teman.
Menjelajah. Bertualang. Dengan teman.
Tunggu!
Dengan teman?
Dia termangu.
Menggali-gali tumpukan memori
Terdiam. Mematung. Menggigil.
Ada gadis kecil yang meletakkan pisau di nadinya,
Wednesday, April 29, 2015
Thursday, April 23, 2015
Apatisnya...
Ada yang masih diurusi orang tua bahkan setelah menikah. Membersihkan pup anak, memandikan, memakaikan baju dan membuatkan susu, tinggal teriak panggil, "Maaaa...", sementara dirinya asyik menekan sederet tombol huruf dan memandang layar ponselnya.
Ada yang berbahagia hidup bersama pasangannya, melupakan orang tua yang bersusah-payah menghidupi diri sendiri dan adik-adiknya. Yang penting terlepas dari jerat kelam kisah keluarganya. Yang penting dia bahagia, tak peduli nestapa di pihak sana.
Ada yang malam-malamnya riuh, mempermasalahkan bayi dalam gendongan yang konon sakit dan menangis menggila. Bayi dari istri ke dua suaminya. Diantarkan sang mertua yang merasa lelah dan marah sang bayi tak dihiraukan suaminya. Menimbulkan gaduh di rumah orang tua tempatnya berteduh.
Ada yang berbahagia hidup bersama pasangannya, melupakan orang tua yang bersusah-payah menghidupi diri sendiri dan adik-adiknya. Yang penting terlepas dari jerat kelam kisah keluarganya. Yang penting dia bahagia, tak peduli nestapa di pihak sana.
Ada yang malam-malamnya riuh, mempermasalahkan bayi dalam gendongan yang konon sakit dan menangis menggila. Bayi dari istri ke dua suaminya. Diantarkan sang mertua yang merasa lelah dan marah sang bayi tak dihiraukan suaminya. Menimbulkan gaduh di rumah orang tua tempatnya berteduh.
Subscribe to:
Posts (Atom)