Monday, January 12, 2015

The Clues (Part 2)

Konon kisahnya tentang seorang ibu yang menewaskan tiga anaknya. Bukan karena tidak cinta, tetapi sangat cinta. Dia tak ingin anaknya tumbuh dan kelak menjadi seperti dirinya. Dari dirinya yang begini, kelak anaknya akan tumbuh begini. Anak dari anaknya kelak akan punya anak begini. Anak dari anaknya atau cucunya ini akan punya anak begini. Cicitnya akan punya anak begini. Cucu cicitnya akan begini sampai nanti akan ada banyak anak yang begini. Mengapa bisa demikian? Karena buah konon jatuh tak jauh dari pohonnya.

Aku tertegun lama. Membaca kisah yang entah nyata atau khayalan belaka ini sungguh membuatku tertegun lama. Kisahnya bermula tentang dirinya yang tumbuh penuh di bawah aturan sang ibu. Sang ibu adalah seorang berpendidikan tinggi, cerdas dan bolehlah dibilang teratas di bidangnya. Hal demikian membuat ibunya sedemikian tegas bahwa anaknya harus bisa atau bahkan lebih baik dari dirinya. Dia berusaha namun ibunya sering tampak tak puas. Dia tertekan. Waktu pun berlalu, kini saatnya dialah seorang ibu. Pengalaman masa lalunya membuatnya bertekad tidak akan melakukan hal-hal yang tidak disetujuinya dari sosok sang ibu. Tapi tidak ada jalan tanpa rintangan. Lambat laun perilakunya semakin mirip ibunya. Dia sadar dan berusaha meredamnya. Tapi sering kali ia kalah. Apa yang dia tidak sukai, apa yang terkenang di alam bawah sadarnya, justru itulah yang sering dilakukan. Ketakutan dan gelap mata, dia memutuskan mengakhiri lingkaran setan ini dengan mengakhiri hidup anak-anaknya, demi cinta. Sangat cinta.



Dramakah? Tapi ada banyak hal yang tercatat di benakku kala membacanya.
1. Tentang ibu sungguh madrasatul 'ula. Ibulah peletak batu pertama bangunan kehidupan anak-anaknya.
2. 'Keputusan' itu diambil bukan oleh orang yang tidak berpendidikan, tidak sadar ataupun tidak paham, melainkan sebaliknya. Sebaik apapun tingkat keilmuan yang ditempuh, sebaik apapun pergaulan sosialnya, faktor 'rekaman masa kecil', ingatan psikologis atau apapun istilahnya ternyata masih sangat bisa mempengaruhi seseorang.

Dan yang terakhir... Yang terlintas sangat lembut dan cukup lama terabaikan. (Berusaha) ditiadakan tapi semakin jelas menampakkan wujudnya.
Aku memahami dari sisinya. Aku memahaminya. Tidak, aku melihat diriku di dalam dirinya.

No comments:

Post a Comment