Saturday, September 5, 2015

Yang Menarik Matanya

Ufff...!
Aku.
Benci.
Laki-laki.

Kalimat itu nampaknya terukir jelas di lobus otakku.

Tuhan, kenapa laki-laki itu kekanak-kanakan sekali?
Tuhan, kenapa mereka tidak bisa dipercaya? Kenapa tidak bisa diandalkan? Mereka, laki-laki, pemimpin kan?
Tuhan...

Tapi kenapa dia berbeda?

Adalah dia yang tertawa bahagia bersama anak-anak di sekelilingnya.
Adalah dia yang bersungguh dengan minat bakatnya.
Adalah dia yang sapanya buat buncah dan senyumannya cerah.
Adalah dia yang percikkan asa, menarik tiap fokus pupil mata dan ku intip diam-diam dari jendela.
Adalah dia yang kemudian tiba masanya untuk menikah.

Gadis anggun menyejukkan telah menyita arah pandangnya dan menangkap hatinya.

Aku, gadis kuyu yang bersembunyi di balik buku-buku kayu tersenyum malu.
Aku, gadis lengah yang tak paham dunia bertanya, "Rela?"

No comments:

Post a Comment